Malaysia – Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FH UPNVJ) bersama Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa Universiti Sultan Zainal Abidin (FUHA UNISZA), Malaysia, melaksanakan penelitian kolaboratif mengenai sistem peradilan pidana anak di Indonesia dan Malaysia. Penelitian yang berlangsung pada Mei hingga Desember 2026 ini merupakan bagian dari skema Riset Kerja Sama Internasional (RIKIN) dan memasuki tahapan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di FUHA UNISZA, Malaysia, pada 5 Juli 2026.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi sistem peradilan pidana anak di kedua negara sekaligus mengidentifikasi praktik-praktik yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum.

Dalam FGD tersebut, tim peneliti memperoleh pemaparan mengenai sistem peradilan pidana anak di Malaysia yang berlandaskan Penal Code 1960 dan Child Act 2001. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah peran Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) di bawah Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat Malaysia dalam mendampingi anak yang berhadapan dengan hukum.

Berita Terkait :  Fakultas Hukum UPNVJ Sosialisasikan Sistem Pengajuan Judul Disertasi Berbasis Online

Dalam FGD tersebut, turut hadir perwakilan Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM), Nur Mohd Kadaffi, yang menjelaskan peran strategis JKM dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak yang berhadapan dengan hukum di Malaysia. Sebagai lembaga yang berada di bawah Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat Malaysia, JKM memiliki tanggung jawab mendampingi anak selama proses peradilan serta memastikan pemenuhan hak-haknya.

Nur Mohd Kadaffi juga menjelaskan bahwa anak yang terbukti melakukan tindak pidana ditempatkan di Sekolah Henry Gurney, yaitu institusi pembinaan bagi anak di bawah usia 18 tahun yang berhadapan dengan hukum. Sekolah Henry Gurney pertama diresmikan pada tahun 1950 di Melaka. Saat ini, Malaysia memiliki lima Sekolah Henry Gurney yang tersebar di berbagai wilayah, yakni Sekolah Henry Gurney Batu Gajah, Perak (perempuan); Sekolah Henry Gurney Keningau, Sabah (lelaki); Sekolah Henry Gurney Telok Mas, Melaka (lelaki dan perempuan); Sekolah Henry Gurney Kota Kinabalu, Sabah (perempuan); serta Sekolah Henry Gurney Puncak Borneo, Kuching, Sarawak (lelaki).

Berita Terkait :  Mahasiswa UPNVJ Magang di PT DI: Berkontribusi dalam Manajemen Kontrak dan Pengelolaan HAKI

Selain melaksanakan FGD di UNISZA, tim peneliti juga melakukan wawancara mendalam (deep interview) dengan akademisi di Fakulti Undang-Undang Universiti Teknologi MARA (UiTM), Shah Alam, Malaysia. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkaya data penelitian melalui perspektif akademisi mengenai implementasi sistem peradilan pidana anak di Malaysia.

Penelitian ini diketuai oleh Dr. Beniharmoni Harefa, S.H., LL.M. dengan anggota yang terdiri atas Dr. Aminuddin Mustoffa (UNISZA), Ir. Yuliana Yuli, MM., M.H., Abdul Kholiq, S.H., M.H., Surahmad, S.H., M.H., Cahya Hardiyanto Harefa (mahasiswa Program Doktor FH UPNVJ), dan Anna Shania De Zeta (mahasiswi Program Magister FH UPNVJ).

Melalui penelitian ini, FH UPNVJ bersama UNISZA berharap dapat menghasilkan rekomendasi akademik dan kebijakan berbasis hasil penelitian terkait penguatan sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Kajian komparatif dengan Malaysia diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung perlindungan hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum serta pengembangan sistem peradilan pidana anak yang lebih berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

Share
Tags:

Contact Us

×