Yogyakarta, 1 September 2026 — Dosen Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FH UPNVJ), Dr. Kaharuddin, M.Hum., menjadi pembicara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) 2026. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Kaharuddin menyampaikan materi bertajuk “Generasi Emas Tidak Lahir Begitu Saja: Peran Mahasiswa dan Pendidikan Tinggi dalam Menjaga Kebudayaan, Kearifan Lokal, dan Masa Depan Indonesia” pada 1 September 2026.

Dalam pemaparannya, Dr. Kaharuddin menekankan bahwa generasi emas merupakan sebuah cita-cita, bukan sekadar slogan. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak cukup hanya diukur melalui perkembangan ekonomi, teknologi, maupun infrastruktur, tetapi juga membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat dalam karakter, peduli terhadap masyarakat, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa.

Dr. Kaharuddin juga menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki tiga kekuatan utama yang dapat menjadi modal dalam memberikan kontribusi bagi bangsa, yaitu pengetahuan, gagasan, dan energi perubahan. Dengan ketiga kekuatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai persoalan secara kritis dan ilmiah, menciptakan inovasi dan solusi, serta berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Berita Terkait :  Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta konsisten siap untuk menuju Akreditasi Unggul.

Menurut Dr. Kaharuddin, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa melalui proses knowledge, skill, character, hingga contribution. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk berpikir kritis, berdialog, berinovasi, mengabdi, serta mengenal budaya dan masyarakat.

 

Lebih lanjut, mahasiswa saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), arus informasi yang tidak terbatas, budaya global, perubahan lingkungan, hingga persaingan dunia kerja. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri dan identitas budaya bangsa.

Berita Terkait :  Prof. Dr. Wicipto Setiadi Soroti Tantangan Hukum dalam Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan pada FGD Bappenas

Untuk itu, Dr. Kaharuddin mendorong mahasiswa agar tidak menunggu hingga lulus, memiliki jabatan, atau mempunyai banyak sumber daya untuk mulai berkontribusi. Mahasiswa dapat memulainya melalui lima langkah, yakni mengenali, mempelajari, mendokumentasikan, mengembangkan, dan membagikan budaya serta kearifan lokal di lingkungan sekitar.

Melalui keterlibatan tersebut, Dr. Kaharuddin mengajak mahasiswa untuk memandang dirinya sebagai bagian dari masa depan Indonesia. Setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk memulai perubahan melalui satu ide, satu kepedulian, dan satu tindakan yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Kehadiran Dr. Kaharuddin dalam PKKMB UPY 2026 sekaligus menunjukkan kontribusi akademisi FH UPNVJ dalam memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai pentingnya pendidikan tinggi, karakter, kebudayaan, dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi masa depan Indonesia.

Share
Tags:

Contact Us

×