TANGERANG SELATAN — Rangkaian Rapat Kerja Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (BKS-FH PTN) Wilayah Barat berlanjut dengan penyelenggaraan konferensi internasional The 8th Open Society Conference (OSC) di Universitas Terbuka Convention Centre (UTCC), Kamis (15/10/2026).

Diselenggarakan oleh Universitas Terbuka (UT), konferensi ke-8 ini mengangkat tema “Bridging Technological Innovation, Governance, and Social Responsibility: Advancing Digital Interconnectivity, Social Capital, and Global Resilience”. Tema tersebut menyoroti keterkaitan inovasi teknologi, tata kelola, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi perkembangan era digital.

Konferensi ini menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Pembicara internasional yang hadir meliputi Prof. Dr. Mohamad Afzhan Khan, Vice Chancellor Jesselton University College, Malaysia; Ivo Peshev, Founder and Finance Operator Building AI-Powered Accounting Automation di Skuzika, Bulgaria; serta An-chun Cheng, Ph.D., Research Fellow dari Chiba University, Jepang.

Dari Indonesia, konferensi menghadirkan Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Terbuka, serta Dr. Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M., Associate Professor Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Berita Terkait :  Bahas RUU Ekstradisi Indonesia–Rusia, Dr. Diani Sadiawati Sumbang Pemikiran Akademik di RDPU Komisi XIII DPR RI

Dalam pemaparannya, Prof. Rahmat Budiman menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan dan hukum. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran tanpa menghilangkan esensi pembelajaran manusia.

“AI must serve education never redefine human learning,” tegas Prof. Rahmat.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang bertanggung jawab dalam membangun kepercayaan publik di tengah perkembangan inovasi teknologi. Menurutnya, tata kelola yang baik bukanlah penghambat inovasi, melainkan fondasi bagi kepercayaan terhadap institusi.

“Responsible governance is not a barrier to innovation. It is an essential foundation for institutional trust,” lanjutnya.

Ketua BKS-FH PTN Wilayah Barat sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FH UPNVJ), Dr. Suherman, S.H., LL.M., mengapresiasi penyelenggaraan konferensi internasional tersebut sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik lintas negara.

Berita Terkait :  Mahasiswa Program Studi Hukum Program Sarjana Melaksanakan Observasi Lapangan Di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang

Ia menyampaikan bahwa forum ilmiah internasional menjadi ruang strategis untuk memperluas kontribusi akademisi dalam merespons perkembangan hukum, kebutuhan masyarakat, dan transformasi digital.

“Kegiatan konferensi internasional ini merupakan wujud nyata dari rangkaian kegiatan positif yang akan terus berjalan dan kita galakkan. Forum ini menjadi wadah strategis demi memberikan kontribusi akademis yang semakin berdampak luas bagi masyarakat, perkembangan hukum, serta kesiapan bangsa di era transformasi digital,” ungkap Dr. Suherman.

Penyelenggaraan The 8th Open Society Conference menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik dan pertukaran gagasan di tingkat internasional. Melalui forum ini, BKS-FH PTN Wilayah Barat dan Universitas Terbuka mendorong pengembangan perspektif akademik mengenai inovasi teknologi, tata kelola, dan tanggung jawab sosial untuk menghadapi tantangan global.

Share
Tags:

Contact Us

×