Dalam forum tersebut, Rianda Dirkareshza memaparkan program pengabdiannya yang berjudul “Pemberdayaan Santri Disabilitas dalam Pencegahan Stunting untuk Mencapai Generasi Bebas Stunting Melalui Green Business di Desa Babakankaret”. Program ini tidak hanya menyasar persoalan gizi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga memadukan pendekatan sosial inklusif dan keberlanjutan lingkungan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis green business.
Program yang diusulkan mendapat perhatian karena menyasar kelompok rentan, yakni santri penyandang disabilitas, dengan pendekatan kolaboratif antara pesantren, masyarakat desa, serta mahasiswa. Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran dan pengetahuan mengenai pencegahan stunting, sekaligus memberikan pelatihan kewirausahaan hijau yang berkelanjutan bagi santri.
Selain Rianda, seminar juga dihadiri oleh anggota tim pengabdian lainnya, yakni Taupiqqurrahman, S.H., M.Kn., serta berbagai pihak pendukung dari Fakultas Hukum UPNVJ, mitra desa, mahasiswa, dan perwakilan dari universitas lainnya yang mengikuti seminar kelayakan serupa. Kehadiran tim lintas bidang ini menunjukkan semangat kolaboratif dan sinergi dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi implementasi program yang lebih luas dan berkelanjutan, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang inklusif dan adaptif terhadap isu-isu strategis nasional seperti penanganan stunting dan pengembangan ekonomi hijau.