BEM FH UPNVJ Perluas Wawasan Organisasi melalui Studi Banding 2.0 bersama HMPSIH UNPAR
- Selasa, 13 Oktober 2026
- HUMAS FH UPNVJ 3
- 0
Bandung, 10 Oktober 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (BEM FH UPNVJ) melaksanakan kegiatan Studi Banding 2.0 bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Katolik Parahyangan (HMPSIH UNPAR) pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Kegiatan ini mengusung tema “CROSSROADS: MORE THAN A TITLE” dengan tagline “Where Perspectives Meet, Connections Grow, Impact Remains” sebagai wadah untuk bertukar pengalaman, memperluas perspektif, serta mempererat hubungan antarlembaga kemahasiswaan.
Tema Crossroads: More Than A Title menggambarkan pertemuan dua organisasi dengan karakteristik, pengalaman, dan sistem kerja yang berbeda. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi BEM FH UPNVJ dan HMPSIH UNPAR untuk saling mengenal, berbagi pengetahuan, serta mempelajari pendekatan masing-masing dalam menjalankan organisasi. Sementara itu, More Than A Title menekankan bahwa berorganisasi tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga tanggung jawab, kontribusi, dan proses pembelajaran yang dijalani setiap individu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta BEM FH UPNVJ dari Jakarta menuju Bandung. Setibanya di Universitas Katolik Parahyangan, acara dibuka dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne UNPAR, serta Mars UPNVJ. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Studi Banding HMPSIH UNPAR, Chatriona Sherly Oktavia, dan Ketua Pelaksana Studi Banding BEM FH UPNVJ, Johannes Gabriel Yose Tambunan, serta perwakilan organisasi dan pihak fakultas.
Memasuki agenda inti, kedua organisasi secara bergantian memaparkan profil, struktur kepengurusan, sistem kerja, dan pelaksanaan tanggung jawab organisasi masing-masing. Melalui sesi ini, peserta dapat memahami persamaan dan perbedaan dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan. Pertukaran informasi tersebut diharapkan menjadi bahan refleksi bagi kedua organisasi untuk mengevaluasi sistem kerja, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kualitas kepengurusan.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat sebagai simbol apresiasi dan penghormatan antara kedua organisasi. Suasana kemudian dicairkan melalui ice breaking berupa permainan sambung kata yang melibatkan seluruh peserta. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta BEM FH UPNVJ dan HMPSIH UNPAR untuk berinteraksi secara lebih dekat dalam suasana santai dan membangun kebersamaan di luar forum formal.
Rangkaian kegiatan berikutnya diisi dengan istirahat dan makan siang bersama di area rooftop Universitas Katolik Parahyangan. Momen tersebut dimanfaatkan peserta untuk berbincang dan saling mengenal lebih jauh. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session yang membahas pengalaman dan dinamika organisasi kemahasiswaan. Melalui sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk berbagi tantangan, memahami pendekatan organisasi lain, serta merefleksikan peran dan tanggung jawab selama menjalani kepengurusan.
Sesi sharing tersebut selaras dengan makna More Than A Title, yakni bahwa pengalaman berorganisasi tidak hanya ditentukan oleh posisi yang diemban, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi. Pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat menjadi wawasan baru bagi peserta sekaligus bekal untuk mengembangkan organisasi masing-masing.
Selanjutnya, peserta BEM FH UPNVJ mengikuti campus tour dengan mengunjungi sejumlah area Universitas Katolik Parahyangan, meliputi Gedung 2, Pohon Hukum, ruang HMPSIH, dan area lantai 3 PPAG UNPAR. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan kampus, fasilitas, serta ruang aktivitas akademik dan organisasi mahasiswa di UNPAR. Rangkaian kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama di lantai 3 PPAG UNPAR sebelum peserta BEM FH UPNVJ bersiap kembali ke Jakarta.
Melalui Studi Banding 2.0, BEM FH UPNVJ dan HMPSIH UNPAR diharapkan dapat memperkuat jejaring antarlembaga kemahasiswaan sekaligus membawa pembelajaran yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas organisasi masing-masing. Sejalan dengan semangat Meet, Exchange, Reflect, Connect, and Grow, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pertemuan antarlembaga, tetapi juga awal dari hubungan yang berkelanjutan, pertukaran perspektif yang lebih luas, dan peluang kolaborasi pada masa mendatang.
Dengan demikian, Studi Banding 2.0 menjadi ruang pembelajaran bersama yang menegaskan bahwa nilai berorganisasi tidak hanya terletak pada jabatan, tetapi juga pada proses bertumbuh, kontribusi, dan hubungan yang dibangun. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan individu, organisasi, dan lingkungan kemahasiswaan.
